A.TUJUAN:
Setelah selesai melaksanakan praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu:
a)Menginstalasi hardware jaringan LAN dengan baik dan benar.
b)Memahami fungsi dan peranan protocol pada jaringan computer.
c)Melakukan pengalamatan (IP Address) pada komputer jaringan.
d)Membangun dan mengkonfigurasi jaringan peer to peer.
e)Membangun dan mengkonfigurasi jaringan LAN sederhana.
B.TEORI SINGKAT:
1.Instalasi Perangkat Keras
LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software. Komponen hardware meliputi: Personal Computer (PC), Network Interface card (NIC) dan kabel. Sedangkan komponen software meliputi: Sistem operasi jaringan, network adapter driver, protocol jaringan.
a.Personal Komputer
Tipe personal computer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-server, komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja lebih tinggi dibandingkan komputer-komputer lain sebagai workstation-nya, karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola operasional jaringan tersebut.
b.Network Interface Card (NIC) / LAN Card
Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe Network Interface Card (NIC) atau Network Card yaitu ISA dan PCI. Saat ini jenis network card yang banyak digunakan yaitu PCI. Kartu jaringan (NIC/LAN Card) adalah seperangkat papan circuit yang ditancapkan pada motherboard sebuah PC yang berfungsi untuk menghubungkan komputer dengan media jaringan.
c.Pengkabelan
Jaringan komputer pada dasarnya adalah jaringan kabel, menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain, Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antar komputer pun mengalami perubahan serupa, mulai dari teknologi telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat optik dan laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan computer. Hingga sekarang, teknologi jaringan komputer bisa menggunakan teknologi “kelas” museum (seperti 10 BASE2 menggunakan kabel Coxial) hingga menggunakan teknologi “langit” (seperti laser dan serat optik). Akan dibahas sedikit bagaimana komputer terhubung satu sama lain, mulai dari teknologi kabel Coaxial hingga teknologi laser. Pemilihan jenis kabel sangat terkait erat dengan topologi jaringan yang digunakan. Sebagai contoh untuk jenis topologi Ring umumnya menggunakan kabel Fiber Optik (walaupun ada juga yang menggunakan twisted pair). Topologi Bus banyak menggunakan kabel Coaxial. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (Network interface Card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi jaringan Star banyak menggunakan jenis kabel UTP.
Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang berbeda, oleh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada tiga jenis kabel yang sering dikenal secara umum,yaitu:
a)Coaxial Over
b)Fiber Optik
c)Twisted Pair (UTP unshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair)
Cross Over
Straight Trought
Roll Over
2.Protocol Jaringan/IP Address
IP address merupakan pengenalan yang digunakan untuk memberi alamat pada tiap-tiap komputer dalam jaringan. Format IP address adalah bilangan 32 bit yang tiap 8 bitnya dipisahkan oleh tanda titik. Adapun format IP address dapat berupa bentuk ‘biner’ (xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx dengan x merupakan bilangan biner). Atau dengan bentuk empat bilangan decimal dengan masing-masing dipisahkan oleh titik bentuk ini dikenal dengan ‘dotted decimal’ (xxx.xxx.xxx.xxx adapun xxx merupakan nilai dari satu octet/delapan bit).
Sebelumnya dikenal cara-cara pembagian IP address, dimana IP address (yang berjumlah sekitar 4 milyar) dibagi ke dalam lima kelas yakni:
Kelas A
Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit Pertama : 0
Panjang NetID : 8 bit
Panjang HostID : 24 bit
Byte pertama : 0-127
Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada setiap Kelas A
Deskripsi : diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar
Kelas B
Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 10
Panjang NetID : 16 bit
Panjang HostID : 16 bit
Byte pertama : 128-191
Jumlah : 16.384 kelas B
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532 IP address pada setiap Kelas B
Deskripsi : Dialokasikan untuk jaringan besar dan sedang
Kelas C
Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
Bit Pertama : 110
Panjang NetID : 24 bit
Panjang HostID : 8 bit
Byte Pertama : 192-223
Jumlah : 2.097.152 kelas C
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP Address pada setiap Kelas C
Deskripsi : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil
Kelas D
Forma : 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm
Bit Pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D digunakan untuk keperluan IP multicasting (RFC 1112)
Kelas E
Format : 1111rrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr
Bit Pertama : 1111
Bit Cadangan : 248-255
Deskripsi : Kelas E dicadangkan untuk keperluan
eksperimental
Saat ini dikenal juga cara pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing (CDIR) (network/mask). Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik yakni: Network Prefix. Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP address digunakan tanda garis miring (Slash) “I”, diikuti dengan angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit .
Misalnya, ketika menuliskan network kelas A dengan alokasi IP 12.xxx.xxx.xxx, network prefixnya dituliskan sebagai 12/8. Angka 8 menunjukkan notasi CIDR yang merupakan jumlah bit yang digunakan oleh network prefix, yang berarti netmasknya 255.0.0.0 dengan jumlah maksimum host pada jaringan sebanyak 16.777.214 node, contoh lain untuk menunjukkan suatu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan:167.205/18. Angka 18 merupakan notasi 255.255.192.0 dengan jumlah maksimum host pada jaringan sebanyak 16.382 node.
a.Pengalokasian IP Address
IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID. Network ID menunjukkan nomor network, sedangkan host ID mengidentifikasi host dalam satu network. Pengalokasian IP Address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP Address se-efisien mungkin. Terdapat beberapa aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang hendak digunakan. Aturan tersebut adalah:
Network ID 127.0.0.1 tidak dapat digunakan karena ia secara default digunakan dalam keperluan ‘loop-back’ adalah IP address yang digunakan komputer untuk menentukan dirinya sendiri)
Host ID tidak boleh semua bit nya diset 1 (contoh klas A: 126.255.255.255), karena akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Pengiriman paket ke alamat ini akan menyebabkan paket ini didengarkan oleh seluruh anggota network tersebut.
Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0 ( seluruh bit diset 0 seperti 0.0.0.0), karena IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network adalah alamat yang digunakan untuk menunjuk suatu jaringan dan tidak menunjukkan suatu host.
Host ID harus unik dalam suatu network (dalam satu network, tidak boleh ada dua host dengan host ID yang sama).
IP Address,subnet mask,broadcast address merupakan dasar dari teknik routing di internet. Untuk memahami ini semua kemampuan matematika khususnya matematika Boolean, atau matematika binary akan sangat membantu memahami konsep routing Internet.
b.Alokasi IP Address di jaringan
Teknik subnet merupakan cara yang biasa digunakan untuk mengalokasikan sejumlah alamat IP di sebuah jaringan ( LAN atau WAN). Teknik subnet menjadi penting bila kita mempunyai alokasi IP yang terbatas misalnya hanya ada 200 IP yang akan didistribusikan ke beberapa LAN. Untuk memberikan gambaran, misalkan kita mempunyai alokasi alamat IP dari 192.168.1.0 s/d 192.168.1.255 untuk 254 host, maka parameter yang digunakan untuk alokasi tersebut adalah:
192.168.1.255 - broadcast address LAN
255.255.255.0 - subnet mask LAN
192.168.1.0 - network address LAN
192.168.1.25 - contoh IP salah satu workstation di LAN
Perhatikan bahwa:
Alamat IP pertama 192.168.1.0 tidak digunakan untuk workstation, tapi untuk menginformasikan bahwa LAN tersebut menggunakan alamat 192.168.1.0 istilah keren-nya alamat 192.168.1.0 disebut network address
Alamat IP terakhir 192.168.1.255 juga tidak digunkaan untuk workstation, karena digunakan untuk alamat broadcast. Alamat broadcast digunakan untuk memberikan informasi ke seluruh workstation yang berada di network 192.168.1.0 tersebut. Contoh informasi broadcast adalah informasi routing menggunakan Routing Information Protocol (RIP)
Subnet mask LAN 255.255.255.0 dalam bahasa yang sederhana dapat diterjemahkan bahwa setiap bit “I” menunjukkan posisi network address, sedang setiap bit “0” menunjukkan posisi host address.
Konsep network address dan host address menjadi penting sekali barkaitan erat dengann subnet mask. Perhatikan dari contoh di atas maka alamat yang digunakan adalah:
192.168.1.0 - network address
192.168.1.1 - host ke 1
192.168.1.2 - host ke 2
192.168.1.3 - host ke 3
……
192.168.1.254 - host ke 254
192.168.1.255 - broadcast address
Perhatikan bahwa angka 192.168.1 tidak pernah berubah sama sekali. Hal ini menyebabkan network address yang digunakan 192.168.1.0. Jika diperhatikan maka 192.168.1 terdiri dari 24 bit yang konstan tidak berubah, hanya 8 bit terakhir yang berubah memberikan identifikasi mesin yang mana. Tidak heran kalau netmask yang digunakan adalah ( binary) 11111111.11111111.11111111.00000000 (desimal) 255.255.255.0
Walaupun alamat IP workstation tetap, tetapi netmask yang digunakan di masing-masing router akan berubah-ubah bergantung pada posisi router dalam jaringan.
C.ALAT DAN BAHAN:
Adapun alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum ini adalah:
a)Personal Computer dua unit
b)LAN Card/NIC
c)Switch/Hub
d)Kabel Cross-Over
e)Kabel Straight/Trough
D.LANGKAH KERJA:
1.ontrol Panel pada komputer A dan komputer B, kemudian klik ganda Network Connections, maka akan tampil jendela sebagai berikut:
2.Klik kanan Local Area Connection, kemudian klik Properties, maka akan tampil jendela sebagai berikut:
3.Pilih Internet Protocol (TCP/IP), kemudian klik Properties, maka akan tampil jendela seperti di bawah:
4.Pilih Use the following IP Address, dan isi kolom seperti data di bawah ini:
Komputer A :
IP Address : 192.168.191.30
Subnet mask : 255.255.255.0
Komputer B :
IP Address : 192.168.191.31
Subnet mask : 255.255.255.0
5.Klik OK, akan tampil jendela seperti gambar di bawah ini, kemudian klik Close.
6.Untuk mencoba koneksi yang telah dibuat kita dapat melakukannya dengan memilih run pada komputer B, akan tampil jendela sebagai berikut:
7.Isi “Open” dengan ping 192.168.191.30, kemudian klik OK, maka akan tampil jendela sebagai berikut:
8.Lakukan sharing data dengan mengambil salah satu folder yang akan di sharing, klik kanan folder yang akan di sharing, maka akan tampil jendela seperti di bawah:
9.Periksa data yang di sharing dengan menggunakan run.
E.KESIMPULAN:
1.Jadi dengan jaringan peer to peer kita dapat men sharing data dari computer satu ke computer yang lainya.
2.Kabel LAn yang digunakan untuk menghubungkan dua computer adalah jenis cross
3.Saat mensetting ip address yang harus di perhatikan adalah net id harus sama.dan host id tidak boleh sama.
Selasa, 21 Desember 2010
MERAKIT PC INTEL CORE 2 DUO
MERAKIT PC INTEL CORE 2 DUO
Pada dasarnya merakit PC itu cukup mudah, hanya saja dibutuhkan ke telitian saat mengerjakanya.. sehingga hasilnya cukup memuaskan diri kita. Komponen perakit komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Dengan merakit sendiri komputer, kita dapat menentukan jenis komponen, kemampuan serta fasilitas dari komputer sesuai kebutuhan. Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:
A.Persiapan
Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul.Hal yang terkait dalam persiapan meliputi: Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
1. Penentuan Konfigurasi Komputer
2. Persiapan Kompunen dan perlengkapan
3. Pengamanan
1)Penentuan Konfigurasi Komputer
Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita.Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.
2)Persiapan Komponen dan Perlengkapan
Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:
• Komponen komputer
• Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
• Buku manual dan referensi dari komponen
• Alat bantu berupa obeng pipih dan philips Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.
Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.
3)Pengamanan
Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:
• Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis
• Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.
B.Perakitan
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
1)Penyiapan motherboard
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.
2)Memasang Prosessor
1.Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
2.Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
3.Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
4.Turunkan kembali tuas pengunci. Jenis Slot
5.Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
6.Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot. Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
3)Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.
4)Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul
Jenis DIMM dan RIMM
Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan
1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
2. sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. Lalu masukkan modul ke slot.
3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah
tepat terpasang
5)Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff).
Cara pemasangannya sebagai berikut:
1.Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
2.Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
3.Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
4.Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
5.Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.
6)Memasang Power Supply
1.Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empatbuah sekerup pengunci.
2.HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel- kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.
7)Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
1.Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
2.Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
3.Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
4.Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
5.Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
6.Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.
8)Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut: Cara memasang adapter:Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
1.Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
2.Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
3.Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
4.Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
5.Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
6.Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
7.Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
8.Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive. Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya.
9)Memasang Card Adapter
1.Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
2.Pasang sekerup penahan card ke casing
3.Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.
10)Penyelessaian Akhir
1. Pasang penutup casing dengan menggeser
2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
3. Pasang konektor monitor ke port video card.
4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau
poert serial (tergantung jenis mouse).
6.Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.
C.Pengujian
1.Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
2.Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
3.Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
4.Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
5.Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
D.Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya
antara lain:
1.Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
2.Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot
Pada dasarnya merakit PC itu cukup mudah, hanya saja dibutuhkan ke telitian saat mengerjakanya.. sehingga hasilnya cukup memuaskan diri kita. Komponen perakit komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Dengan merakit sendiri komputer, kita dapat menentukan jenis komponen, kemampuan serta fasilitas dari komputer sesuai kebutuhan. Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:
A.Persiapan
Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul.Hal yang terkait dalam persiapan meliputi: Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
1. Penentuan Konfigurasi Komputer
2. Persiapan Kompunen dan perlengkapan
3. Pengamanan
1)Penentuan Konfigurasi Komputer
Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita.Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.
2)Persiapan Komponen dan Perlengkapan
Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:
• Komponen komputer
• Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
• Buku manual dan referensi dari komponen
• Alat bantu berupa obeng pipih dan philips Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.
Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.
3)Pengamanan
Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:
• Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis
• Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.
B.Perakitan
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
1)Penyiapan motherboard
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.
2)Memasang Prosessor
1.Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
2.Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
3.Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
4.Turunkan kembali tuas pengunci. Jenis Slot
5.Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
6.Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot. Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
3)Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.
4)Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul
Jenis DIMM dan RIMM
Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan
1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
2. sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. Lalu masukkan modul ke slot.
3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah
tepat terpasang
5)Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff).
Cara pemasangannya sebagai berikut:
1.Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
2.Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
3.Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
4.Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
5.Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.
6)Memasang Power Supply
1.Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empatbuah sekerup pengunci.
2.HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel- kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.
7)Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
1.Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
2.Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
3.Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
4.Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
5.Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
6.Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.
8)Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut: Cara memasang adapter:Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
1.Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
2.Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
3.Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
4.Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
5.Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
6.Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
7.Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
8.Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive. Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya.
9)Memasang Card Adapter
1.Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
2.Pasang sekerup penahan card ke casing
3.Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.
10)Penyelessaian Akhir
1. Pasang penutup casing dengan menggeser
2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
3. Pasang konektor monitor ke port video card.
4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau
poert serial (tergantung jenis mouse).
6.Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.
C.Pengujian
1.Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
2.Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
3.Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
4.Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
5.Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
D.Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya
antara lain:
1.Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
2.Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot
Kamis, 28 Oktober 2010
pangabungan hard disk
LVM atau Logical Volume Manager merupakan mekanisme untuk memvirtualisasi hard disk. Dengan menggunakan LVM, kita dapat membuat dan mengelola hard disk di server dengan cara yang sederhana untuk menambahkan, melepas, dan mengubah besar partisi sesuai kebutuhan. Ada beberapa istilah yang harus dimengerti dengan baik untuk dapat menggunakan LVM dengan baik yaitu:
1. Physical Volume (PV): Ini merupakan hard disk atau partisi secara fisik seperti /dev/sda untuk hard disk SCSI atau /dev/had untuk hard disk IDE. Dalam LVM, hanya ada satu Physical Volume. Jadi jika kita mempunyai dua hard disk maka akan ada dua PV.
1. Physical Volume (PV): Ini merupakan hard disk atau partisi secara fisik seperti /dev/sda untuk hard disk SCSI atau /dev/had untuk hard disk IDE. Dalam LVM, hanya ada satu Physical Volume. Jadi jika kita mempunyai dua hard disk maka akan ada dua PV.
2. Volume Groups (VG): Sebuah volume group terdiri dari beberapa volume fisik dan tempat untuk membuang logical volume yang dapat kita buat, ubah dan buang dan tentunya digunakan. Kita dapat melihat partisi virtual yang terdiri dari banyak hard disk yang jumlahnya tidak terbatas.
3. Logical Volumes (LV): Merupakan volume dimana kita akan mount file system yang kita gunakan. Volume ini dapat ditambah, dikurang atau diubah. LV beroperasi di atas VG.
Untuk lebih memudahkan konsep LVM, kita analogikan LVM sebagai berikut. Kita misalkan partisi itu seperti kaveling tanah. Di atas tanah, kita dirikan rumah. Rumah di sini adalah volume tempat data yang disimpan. Pada konsep non-LVM, kita hanya bisa membangun rumah seluas maksimal kaveling tanah kita. Apabila ingin lebih besar dari itu, maka kita harus memperlebar dulu kaveling tanah kita. Satu nama pemilik hanya boleh memiliki maksimal satu kaveling tanah. Kita juga tidak mungkin “membajak” kaveling tanah tetangga karena itu bukan hak milik kita. Pada konsep LVM, kaveling tanah bukan lagi dilihat sebagai patokan utama pendirian bangunan. Suatu kaveling tanah bisa digabung dengan kaveling tanah lain atas nama satu “sertifikat” hak milik. Dengan demikian, rumah kita bisa menempati maksimal seluas gabungan kaveling yang ada. Apabila dirasa kurang, kita bisa membeli lagi kaveling tanah lain dan memasukkannya pada sertifikat. Di atas kaveling gabungan ini, pemilik bisa membangun lebih dari satu rumah.
Berdasar analogi ini, ada istilah-istilah dasar LVM yang perlu dipahami. Kaveling tanah kita sebut sebagai physical volume. Gabungan kaveling tanah dinamai volume group. Sementara itu, rumah yang dibangun di atas gabungan kaveling disebut logical volume. Physical volume sendiri sebenarnya adalah partisi biasa, baik yang bertipe primary maupun logical.
Sebagai gambaran umum, inilah cara men-setup LVM:
1. Membuat Physical Volume dari hard disk.
2. Membuat Group Volume dari Physical Volume
3. Membuat Logical Group dari Volume Group sesuai keperluan. Logical volume inilah yang nanti kita format (misalkan sebagai ext2) dan diisi de¬ngan data.
Berikut adalah ilustrasi LVM:
LVM bisa dibuat pada saat kita menginstal linux untuk pertama kalinya dalam system kita. Pada artikel ini akan dijelaskan tentang dasar-dasar untuk membuat LVM dan diasumsikan bahwa kita belum melakukan konfigurasi LVM pada saat penginstalan linux. Kemudian akan dijelaskan tentang bagaimana cara menggabung dua partisi, bagaimana cara membesarkan sebuah partisi dan bagaimana cara mengurangi kapasitas hard disk. Penulis menggunakan distro Centos 5.4.
Langkah-Langkah Membuat LVM
Untuk melihat apakah LVM ada di system kita, ketikkan perintah berikut:
# rpm –qa | grep lvmJika di dalam system kita belum ada paket lvm, maka instalasi paket tersebut dengan cara:
# yum install lvm*Di dalam hard disk, penulis membagi partisi menjadi beberapa bagian seperti gambar dibawah ini:

1. Kasus Penggabungan Dua Partisi
Pada kasus ini, kita akan menggabungkan partisi /data1 dan partisi /data2 menjadi /data. Sebelum digabungkan maka data-data yang berada di kedua partisi tersebut seharusnya sudah di backup.
Kita unmount dahulu kedua partisi tersebut:

Setelah kita unmount, maka kita buat physical volume untuk kedua partisi tersebut:

Kemudian kita membuat file konfigurasi LVM secara otomatis dengan cara:
Kita unmount dahulu kedua partisi tersebut:
# umount /data1 # umount /data2
Setelah kita unmount, maka kita buat physical volume untuk kedua partisi tersebut:
# pvcreate /dev/sda9 # pvcreate /dev/sda7

Kemudian kita membuat file konfigurasi LVM secara otomatis dengan cara:
# vgscan
Setelah itu, kita buat volume group dengan nama data untuk kedua partisi tersebut dengan cara:
# vgcreate -v data /dev/sda9 /dev/sda7
Untuk melihat volume group yang baru saja dibuat, ketikkan:
# vgdisplay
Setelah itu, kita akan membuat logical volume dengan cara dengan nama lvdata
# lvcreate –l 87 –n lvdata dataAngka 87 diambil dari Free PE yang tampil pada saat kita mengetikkan vgdisplay dan penulis bermaksud menggunakan seluruh PE yang ada. Hasil perintah di atas akan membentuk file device di /dev/data/lvdata.
Untuk melihat logical volume yang baru dibuat, ketikkan:
# lvdisplay
Kemudian, partisi lvm yang telah dibuat diformat dengan file system ext3 dengan cara:
# mkfs.ext3 /dev/data/lvdata
Setelah selesai diformat, maka partisi baru tersebut sudah dapat digunakan. Untuk menggunakannya, mount partisi tersebut ke direktori tertentu. Karena kita akan membuat /data, maka langkah berikutnya adalah:
# mkdir /data # mount /dev/data/lvdata /data # df –h

Dengan demikian, kasus pertama sudah selesai.
Kemudian penulis mencoba mengcopy data dari /etc untuk dipindahkan ke /data dan itu berhasil.

2. Menambah Kapasitas Partisi LVM
Setelah tadi kita sudah berhasil menggabungkan dua partisi menjadi satu partisi yaitu partisi /data, maka sekarang kita akan memperbesar kapasitas partisi /data tersebut. Untuk memperbesar kapasitas partisi tersebut, maka kita akan menggunakan partisi /data3 untuk dijadikan physical volume untuk volume group data. Untuk membuatnya menjadi physical volume ketikkan perintah berikut:
# umount /data3 # pvcreate /dev/sda8 # pvdisplay

Setelah itu kita akan menjadikan physical volume menjadi anggota dari volume data dengan cara:
# vgextend data /dev/sda8
# vgdisplay

Kita lihat bahwa vgdisplay data bertambah dari 348 MB menjadi 540 MB.
Setelah itu, untuk menambah kapasitas logical volume dengan cara:
# umount /data # mount /dev/data/lvdata /data # df –hDapat dilihat bahwa partisi /data belum bertambah kapasitasnya. Agar /data dapat bertambah kapasitasnya, ketikkan perintah berikut:
# lvextend –l 135 /dev/data/lvdata /dev/sda8Angka 135 diambil dari total PE yang ada di tampilan vgdisplay dan penulis menggunakan seluruh PE yang ada.
# df –h
Kita lihat bahwa /data belum bertambah kapasitasnya. Maka dari itu kita resize ukuran partisi /dev/data/lvdata dengan cara:
# umount /data # e2fsck –f /dev/data/lvdata

# resize2fs /dev/data/lvdata 540M
Angka 540 didapat karena penulis ingin menggunakan seluruh ukuran vg. Kemudian kita lakukan langkah-langkah berikut:
# mount /dev/data/lvdata /data # df –h

Kita lihat sekarang bahwa ukuran /data sudah bertambah kapasitasnya.
3. Mengurangi Kapasitas Partisi LVM
Pada kasus kali ini kita akan mengurangi partisi /data. Umount terlebih dahulu /data tersebut dengan cara:
# umount /data Scan file system dengan cara:
# e2fsck –f /dev/data/lvdata Kita ingin mengurangi kapasitas /data menjadi 300 MB. Hal ini dilakukan dengan cara:
# resize2fs /dev/data/lvdata 300M 
Setelah itu kita mount /data kembali dengan cara:
# mount /dev/data/lvdata /data # df –h

Kita lihat bahwa /data telah berkurang kapasitasnya dari 540 MB (ukuran sebenarnya adalah 523 MB karena sudah digunakan untuk yang lain) menjadi 300 MB (Ukuran sebenarnya adalah 291 MB).
Penggabungan PCMAV dan ClamAV Download PCMAV
Cara Penggabungan PCMAV dan ClamAV Download PCMAV 1.0 RC21 Update Build2 + Complete Supported ClamAV Files. Beberapa waktu yang lalu saya sempat memposting Download PCMAV RC21 Berbeda ketika mengirimkan PCMAV 2.0 Valkyrie Alpha 2 yang disertai saya coba PCMAV 2.0 Beta, dan PCMAV langsung bisadownload dari #22,#63[,gimana cara integrasi dg clamav,mas Tips dan Tricks Memblokir AutoRun dan AutoPlay File dari USB Removable Drives; Cara Penggabungan PCMAV dan ClamAV Disertai Complete Download LinksDownload file library ClamAV 0.94 dan library tentang Penggabungan PCMAV dengan CLAMAV Gimana cara info ke PCMedia? @fajar, kunjungi website resmi PCMAV di virusindonesia.com, dan macromedia.com/shockwave/download USB Flashdisk selalu disertai CD sudah dapat diatasi dan ClamAV dapat terintegrasi dengan baik. Lihat info cara penggabungan PCMAV dll) bersamaan dengan file PCMAV dan ClamAV PC Media akan selalu disertai dengan PCMAV yang telah diperbaharui dengan versi dan data gimana sih caradownload pcmav nya.Cara Penggabungan PCMAV dan ClamAV Download PCMAV 1.0 RC21 Update Build2 + Complete Supported ClamAV com/2007/11/07/cara-penggabungan-pcmav-dan-clamav-disertai-complete-download paket program antivirus PCMAV 3.0.1 dan Clamav ini, PCMAV 3.0.1 belum disertai dengan RTP ( PCMAV 3 Download Clamav Main.cvd CATATAN: Jika dengan cara penunjukan langsung alamat
dan ClamAV dapat terintegrasi dengan baik. Lihat info cara penggabungan PCMAV Download file "clamav-win32 disertai dengan PCMAV yang telah diperbaharui dengan versi dan data PCMAV 1.3 Complete, download it here. Virus database ClamAV pada kolom “PCMAV Informations”. Dan Anda akan selalu disertai dengan PCMAV yang telah diperbaharui dengan versi dan
Kali ini kehadirannya disertai dengan PCMAV terbaru, PCMAV 3.1 yang telah mengalami banyak perbaikan dan penyempurnaan dari versi sebelumnya. Apa yang baru dengan PCMAV 3.1 ini? diantaranya adalah; Penggabungan PCMAV 3.1 bersama Clamav 0.96.1 engine menjadikan PCMAV mampu mengenali lebih dari 809.000 varian virus. Bagaimana cara mengupadate PCMAV 3.1? Cara mengupdate PCMAV 3.1 adalah sebagai berikut; 1.DownloadPCMAV 3.1 dengan cara mengklik Link ini. Kali ini kehadirannya disertai dengan PCMAV terbaru, PCMAV 3.0.3 yang telah mengalami banyak perbaikan dan penyempurnaan dari versi sebelumnya. Apa yang baru dengan PCMAV 3.0.3 ini? diantaranya adalah; Penggabungan PCMAV 3.0.3 bersama Clamav 0.96.0 engine menjadikan PCMAV mampu mengenali lebih dari 800.000 varian virus. Bagaimana cara mengupadate PCMAV 3.0.3? Cara mengupdate PCMAV 3.0.3 adalah sebagai berikut; 1.DownloadPCMAV 3.0.3 withupdate build 1 dengan cara Penggabungan PCMAV 3.0.2 bersama Clamav 0.96.0 engine menjadikan PCMAV mampu mengenali lebih dari 770.000 varian virus. Bagaimana cara mengupadate PCMAV 3.0.2? Cara mengupdate PCMAV 3.0.2 adalah sebagai berikut; 1.Download PCMAV 3.0.2 Download PCMAV 3.0a Ragnarok with Build Update 3 + PCMAV-RTP 2. 3. Download Clamav engine 0.95.3 with library MSVCRT80 x86. Main.cvd dan Daily.cvd Download Clamav Daily.cvd Download Clamav Main.cvd CATATAN: Jika dengan cara penunjukan Download PCMAV 3.0 Ragnarok with Build Update 1. Download Clamav engine 0.95.3 with library MSVCRT80 x86. Main.cvd dan Daily.cvd Download Clamav Daily.cvd Download Clamav Main.cvd CATATAN: Jika dengan cara penunjukan langsung alamat Cara Penggabungan PCMAV dan ClamAVDownload PCMAV 1.0 RC21 Update Build2 + Complete Supported ClamAV FilesBeberapa waktu yang lalu saya sempat memposting Download PCMAV RC21 (CLN+RTP+Update1), dan kemarin (6 Nov 2007) saya sempatkan Penggabungan PCMAV dengan CLAMAV. CLAMAV 0.93x ============ 1. Prosedur penginstalan library ClamAV. A.Download file library ClamAV dari alamat berikut: http://oss.netfarm.it/clamav/. Lihat pada bagian “Current Stable”, dan download file CATATAN: Jika dengan cara penunjukan langsung alamat seperti di atas browser Anda gagal men-download kedua file tersebut, maka masuklah ke situs www.clamav.net, lalu tepat di bawah judul “Latest releases” terdapat link “daily.cvd”. kesulitan dalam mengintegrasikan ClamAV yang baru ini, kini sudah dapat diatasi dan ClamAV dapat terintegrasi dengan baik. Lihat info cara penggabungan PCMAV dengan ClamAV yang baru di bagian penggunaan engine ClamAV di bawah. Bagi Anda yang memerlukanUpdate PCMAV Anda menjadi PCMAV 1.1, Anda bisa dengan meendapatkan bundled Programnya pada keping DVD dari terbitan Majalah PC Media edisi 4/2008 ataudownload langsung saat Anda menjalankan PCMAV versi lama Anda
Cara Penggabungan PCMAV dan ClamAV. Download PCMAV 1.0 RC21 Update Build2 + Complete Supported ClamAV Files. PCMAV_RC21_With_ClamAV_Thumb.jpg. Beberapa waktu yang lalu saya sempat memposting Download PCMAV RC21 (CLN+RTP+Update1), Cara Penggabungan PCMAV dan ClamAV Disertai Complete Download Links. Posted on 7 November, 2007 by Henry U.S.S.A. Cara Penggabungan PCMAV dan ClamAV. Download PCMAV 1.0 RC21 Update Build2 + Complete Supported ClamAV Files
Blade Server
Blade server
merupakan varian teknologi perangkat keras di area server technology sebagai solusi atas kebutuhan pasar server akan aspek compact (meminimalkan kebutuhan space), scalability (kemudahan dalam pengembangan), integrated operation (kemudahan dalam pengoperasian dan pengawasan), serta kolaborasi dengan teknologi virtualisasi. Seperti halnya dengan mouted-rack server, pasar Blade Server didominasi oleh produsen besar, antara lain HP, IBM, Dell, dan Fujitsu.
Komponen Dasar Infrastruktur Blade Server
Berbeda dengan server konvensional, sebuah server (sering disebut dengan istilah bay) tidak dapat beroperasi tanpa dukungan dari komponen-komponen Blade System lain. Berikut di bawah ini gambar sederhana sebuah infrastruktur Blade.

- Enclosure Chassis, adalah komponen utama infrastruktur Blade yang berfungsi sebagai “rumah” bagi komponen-komponen yang lain. Enclosure chassis tidak sebatas chasing, namun bertindak sebagai pengkoneksi antar komponen di dalam satu infrastruktur sistem Blade. Secara harfiah, fungsi Enclosure chassis dapat dianalogikan sebagai “motherboard” pada server konvensional. Enclosure Chassis tidak memiliki standarisasi dimensi di antara masing-masing produsen, misalnya HP C7000 memiliki ukuran 10 U dan berkapasitas maksimal 16 bay slot, berbeda dengan IBM BladeCenter H memiliki ukuran 9U/14 bay.
- Bay server, adalah istilah bagi server di infrastruktur Blade.
- Interconnect device, adalah komponen yang berfungsi sebagai media interkoneksi data antara infrastruktur sistem blade dengan devices (servers, storage, router, firewall,dsb) di luar enclosure chassis tersebut. Contoh interconnect device antara lain pass-through switch, fiber channel module, dsb.
- Management module, adalah komponen I/O sebagai jalur koneksi utama dalam proses pengoperasian, perawatan, dan pengawasan sistem infrastruktur blade secara integral. Umumnya, produsen menyediakan fasilitas konsol web sebagai media untuk aktivitas operasional yang dilakukan oleh IT admin. Disarankan subnet untuk management module ini berbeda dengan subnet jaringan production sehingga aktivitas pengelolaan tidak membebani jaringan production, ataupun sebaliknya.

Contoh Blade Server :

Tambahan :
Blade server merupakan HAHD (High AvaiMabiMity High Density, high-density yang tinggi), server platform murah untuk aplikasi industri tertentu dan lingkungan komputer yang dirancang kepadatan tinggi. Blade server merupakan server rak tradisional yang semua fitur fokus pada papan sirkuit dalam yang sangat padat dan kemudian dimasukkan ke dalam chassis.
Pada dasarnya, server blade merupakan sebuah kartu pada server: komputer single-board berisi sistem yang lengkap, termasuk prosesor, memori, koneksi jaringan dan elektronik yang terkait. Jika beberapa blade server dalam rak atau lemari, maka rak atau lemari dapat berbagi infrastruktur, tetapi juga memiliki redundansi.
Setiap bagian dari "blade" sebenarnya sebuah papan sistem, masing-masing melalui hard disk lokal untuk menjalankan sistem operasi sendiri, mirip dengan server terpisah. Menggunakan perangkat lunak manajemen, mereka bisa berkumpul dalam cluster motherboard server. Dalam modus cluster, semua papan dapat dihubungkan bersama-sama untuk menyediakan lingkungan jaringan berkecepatan tinggi untuk berbagi sumber daya dan layanan bagi kelompok-kelompok pengguna yang berbeda. Diakui keuntungan dari server-server blade adalah server cluster dua untuk mengatasi kekurangan dari chip, yang lain dioptimalkan untuk mencapai kabinet.
Menurut fungsi untuk menanggung server, blade server dibagi menjadi blade server, network blade, Storage blade, Management balde, Fibre Channel SAN blade, extended I / O blades, dll fungsi yang berbeda sesuai dari server blade. Berikut adalah beberapa jenis blade untuk menggambarkan:
Network blade
Jaringan fungsionalitas sama dengan LAN switch blade. Umumnya tersedia port 10/100Mbps untuk menghubungkan server blades twisted pair eksternal kecepatan tinggi bahkan pada saluran (port Gigabit). Cara penyimpanan NAS menggunakan server blade dengan dua jaringan sejenis blade, salah satu peralatan khusus digunakan untuk koneksi ke NAS. Setiap blade mendukung koneksi Ethernet 10/100/1000M, dan dapat diinstal dalam backplane 10/100/1000M dari 2-4 lapisan, sehingga sistem dapat diinstal di setiap slot pada blade dan beralih koneksi sampai dengan menyediakan switching IP berbasis jaringan.
Storage blade
Penyimpanan blade dapat dilihat sebagai modul hard disk, melalui bus backplane atau drive kabel interface ke blade server untuk menyediakan penyimpanan. Penyimpanan blade umumnya dilengkapi dengan dua 90mm kinerja tinggi (3,5 inci) jenis interface hard drive IDE, SCSI dan Fibre Channel (Fiber Channel) interface.
Manajement Blade
Generasi pertama dari server blade KVM (Keyboard, VGA, Mouse) blade dapat dikatakan fitur manajemen blade yang paling sederhana, blade server menyediakan semua manajemen dan kontrol. KVM blade, untuk menyediakan keyboard, mouse, tampilan antarmuka, pisau KVM sering, disket dan disk drive optik, mudah dioperasikan pengguna blade server secara langsung. KVM switch blade untuk menyediakan kabinet pada atau antara blade yang berbeda untuk beralih di antara kabinet yang berbeda. Generasi kedua blade server dengan manajemen yang lebih kuat, tetapi berbagai produk bervariasi.
Blade server harus tren dari konsolidasi "server sederhana" dapat diintegrasikan ke dalam pengembangan usaha penyimpanan, jaringan dan peralatan switching dalam komponen inti. Juga, karena pengelolaan server didistribusikan ganda untuk blade akan fokus pada manajemen server, sehingga akan sangat mengurangi biaya manajemen staf TI. Untuk infrastruktur melalui penyederhanaan, beberapa tingkat sistem komputer (server, penyimpanan, jaringan, dll) dapat dikompresi untuk lebih efisien dan infrastruktur yang sederhana, proses tentu saja memerlukan mainframe, server blade dan terobosan teknologi grid.
Produk blade saat ini digunakan di vektor itu sudah berlebihan sistem pendingin, dan di masa depan akan menggunakan ruang yang lebih maju seperti tenggelam uap panas, kipas impeller melengkung (dengan Louver kembali blok film), sensor suhu dan Manajemen Modul pendingin sistem dan teknologi canggih lainnya.
Dalam beberapa tahun ke depan, dengan server blade standar seragam, pilihan harus blade server blade apapun dapat diinstal ke dalam chassis yang sama, tetapi apakah itu didasarkan pada platform Intel menjalankan Linux, pisau, atau didasarkan pada PA-RISC platform, blade menjalankan HP-UX atau AIX berbasis PowerPC platform untuk menjalankan blade, dan produk blade lainnya.
AGP dan PCI
AGP
keluaran yang sudah lama,biasanya agp itu untuk vga yang produknya sudah jarang dikeluarkan oleh pabrikan Ati dan Nvidia,biarpun ada,pasti harganya lebih mahal,dan kualitas lebih jelek dibanding dengan vga yang mempunyai slot PCI E16.
PCI E16:Keluaran terbaru dari vendor2 vga,vga ini banyak beradar di pasaran,banyak pula tipe2 vga terbarunya,harga lebih murah dibanding dengan yang mempunyai slot agp.kualitas gambar sangat berbeda dengan vga slot agp.
Bus AGP, singkatan dari Accelerated Graphics Port adalah sebuah bus yang dikhususkan sebagai bus pendukung kartu grafis berkinerja tinggi, menggantikan bus ISA, bus VESA atau bus PCI yang sebelumnya digunakan.
Spesifikasi AGP pertama kali (1.0) dibuat oleh Intel dalam seri chipset Intel 440 pada Juli tahun 1996. Sebenarnya AGP dibuat berdasarkan bus PCI, tapi memiliki beberapa kemampuan yang lebih baik. Selain itu, secara fisik, logis dan secara elektronik, AGP bersifat independen dari PCI. Tidak seperti bus PCI yang dalam sebuah sistem bisa terdapat beberapa slot, dalam sebuah sistem, hanya boleh terdapat satu buah slot AGP saja.
Spesifikasi AGP 1.0 bekerja dengan kecepatan 66 MHz (AGP 1x) atau 133 MHz (AGP 2x), 32-bit, dan menggunakan pensinyalan 3.3 Volt. AGP versi 2.0 dirilis pada Mei 1998 menambahkan kecepatan hingga 266 MHz (AGP 4x), serta tegangan yang lebih rendah, 1.5 Volt. Versi terakhir dari AGP adalah AGP 3.0 yang umumnya disebut sebagai AGP 8x yang dirilis pada November 2000. Spesifikasi ini mendefinisikan kecepatan hingga 533 MHz sehingga mengizinkan throughput teoritis hingga 2133 Megabyte/detik (dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan AGP 4x). Meskipun demikian, pada kenyataannya kinerja yang ditunjukkan oleh AGP 8x tidak benar-benar dua kali lebih tinggi dibandingkan AGP 4x, karena beberapa alasan teknis.
Selain empat spesifikasi AGP di atas, ada lagi spesifikasi AGP yang dinamakan dengan AGP Pro. Versi 1.0 dari AGP Pro diperkenalkan pada bulan Agustus 1998 lalu direvisi dengan versi 1.1a pada bulan April 1999. AGP Pro memiliki slot yang lebih panjang dibandingkan dengan slot AGP biasa, dengan tambahan pada daya yang dapat didukungnya, yakni hingga 110 Watt, lebih besar 25 Watt dari AGP biasa yang hanya 85 Watt. Jika dilihat dari daya yang dapat disuplainya, terlihat dengan jelas bahwa AGP Pro dapat digunakan untuk mendukung kartu grafis berkinerja tinggi yang ditujukan untuk workstation graphics, semacam ATi FireGL atau NVIDIA Quadro. Meskipun demikian, AGP Pro tidaklah kompatibel dengan AGP biasa: kartu grafis AGP 4x biasa memang dapat dimasukkan ke dalam slot AGP Pro, tapi tidak sebaliknya. Selain itu, karena slot AGP Pro lebih panjang, kartu grafis AGP 1x atau AGP 2x dapat tidak benar-benar masuk ke dalam slot sehingga dapat merusaknya. Untuk menghindari kerusakan akibat hal ini, banyak vendor motherboard menambahkan retensi pada bagian akhir slot tersebut: Jika hendak menggunakan kartu grafis AGP Pro lepas retensi tersebut.
Selain faktor kinerja video yang lebih baik, alasan mengapa Intel mendesain AGP adalah untuk mengizinkan kartu grafis dapat mengakses memori fisik secara langsung, yang dapat meningkatkan kinerja secara signifikan, dengan biaya integrasi yang relatif lebih rendah. AGP mengizinkan penggunaan kartu grafis yang langsung mengakses RAM sistem, sehingga kartu grafis on-board dapat langsung menggunakan memori fisik, tanpa harus menambah chip memori lagi, meski harus dibarengi dengan berkurangnya memori untuk sistem operasi.
Mulai tahun 2006, AGP telah mulai digeser oleh kartu grafis berbasis PCI Express x16, yang dapat mentransfer data hingga 4000 Mbyte/detik, yang hampir dua kali lebih cepat dibandingkan dengan AGP 8x, dengan kebutuhan daya yang lebih sedikit (voltase hanya 800 mV saja.)
PCI
(kependekan dari bahasa Inggris: Peripheral Component Interconnect) adalah bus yang didesain untuk menangani beberapa perangkat keras. PCI juga adalah suatu bandwidth tinggi yang populer, prosesor independent bus itu dapat berfungsi sebagai bus mezzenine atau bus periferal[1]. Standar bus PCI ini dikembangkan oleh konsorsium PCI Special Interest Group yang dibentuk oleh Intel Corporation dan beberapa perusahaan lainnya, pada tahun 1992. Tujuan dibentuknya bus ini adalah untuk menggantikan Bus ISA/EISA yang sebelumnya digunakan dalam komputer IBM PC atau kompatibelnya. {Wafa Jauhari}
Komputer lama menggunakan slot ISA, yang merupakan bus yang lamban. Sejak kemunculan-nya sekitar tahun 1992, bus PCI masih digunakan sampai sekarang, hingga keluar versi terbarunya yaitu PCI Express (add-on).
Spesifikasi bus PCI pertama kali dirilis pada bulan Juni 1992, sebagai PCI vesi 1.0. Perkembangan selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut.
keluaran yang sudah lama,biasanya agp itu untuk vga yang produknya sudah jarang dikeluarkan oleh pabrikan Ati dan Nvidia,biarpun ada,pasti harganya lebih mahal,dan kualitas lebih jelek dibanding dengan vga yang mempunyai slot PCI E16.
PCI E16:Keluaran terbaru dari vendor2 vga,vga ini banyak beradar di pasaran,banyak pula tipe2 vga terbarunya,harga lebih murah dibanding dengan yang mempunyai slot agp.kualitas gambar sangat berbeda dengan vga slot agp.
Bus AGP, singkatan dari Accelerated Graphics Port adalah sebuah bus yang dikhususkan sebagai bus pendukung kartu grafis berkinerja tinggi, menggantikan bus ISA, bus VESA atau bus PCI yang sebelumnya digunakan.
Spesifikasi AGP pertama kali (1.0) dibuat oleh Intel dalam seri chipset Intel 440 pada Juli tahun 1996. Sebenarnya AGP dibuat berdasarkan bus PCI, tapi memiliki beberapa kemampuan yang lebih baik. Selain itu, secara fisik, logis dan secara elektronik, AGP bersifat independen dari PCI. Tidak seperti bus PCI yang dalam sebuah sistem bisa terdapat beberapa slot, dalam sebuah sistem, hanya boleh terdapat satu buah slot AGP saja.
Spesifikasi AGP 1.0 bekerja dengan kecepatan 66 MHz (AGP 1x) atau 133 MHz (AGP 2x), 32-bit, dan menggunakan pensinyalan 3.3 Volt. AGP versi 2.0 dirilis pada Mei 1998 menambahkan kecepatan hingga 266 MHz (AGP 4x), serta tegangan yang lebih rendah, 1.5 Volt. Versi terakhir dari AGP adalah AGP 3.0 yang umumnya disebut sebagai AGP 8x yang dirilis pada November 2000. Spesifikasi ini mendefinisikan kecepatan hingga 533 MHz sehingga mengizinkan throughput teoritis hingga 2133 Megabyte/detik (dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan AGP 4x). Meskipun demikian, pada kenyataannya kinerja yang ditunjukkan oleh AGP 8x tidak benar-benar dua kali lebih tinggi dibandingkan AGP 4x, karena beberapa alasan teknis.
| Spesifikasi AGP | Diperkenalkan | Kecepatan | Tegangan | Maksimum troughput | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1x | Juli 1996 | 66 MHz (1 x 66 MHz), 32-bit | 3.3 Volt | 266 MByte/detik | ||||||
| 2x | Juli 1996 | 133 MHz (2 x 66 MHz), 32-bit | 3.3 Volt | 533 MByte/detik | ||||||
| 4x | Mei 1998 | 266 MHz (4 x 66 MHz), 32-bit | 1.5 Volt | 1066 MByte/detik | ||||||
| 8x | November 2000 | 533 MHz (8 x 66 MHz), 32-bit | 1.5 Volt | 2133 MByte/detik |
Selain empat spesifikasi AGP di atas, ada lagi spesifikasi AGP yang dinamakan dengan AGP Pro. Versi 1.0 dari AGP Pro diperkenalkan pada bulan Agustus 1998 lalu direvisi dengan versi 1.1a pada bulan April 1999. AGP Pro memiliki slot yang lebih panjang dibandingkan dengan slot AGP biasa, dengan tambahan pada daya yang dapat didukungnya, yakni hingga 110 Watt, lebih besar 25 Watt dari AGP biasa yang hanya 85 Watt. Jika dilihat dari daya yang dapat disuplainya, terlihat dengan jelas bahwa AGP Pro dapat digunakan untuk mendukung kartu grafis berkinerja tinggi yang ditujukan untuk workstation graphics, semacam ATi FireGL atau NVIDIA Quadro. Meskipun demikian, AGP Pro tidaklah kompatibel dengan AGP biasa: kartu grafis AGP 4x biasa memang dapat dimasukkan ke dalam slot AGP Pro, tapi tidak sebaliknya. Selain itu, karena slot AGP Pro lebih panjang, kartu grafis AGP 1x atau AGP 2x dapat tidak benar-benar masuk ke dalam slot sehingga dapat merusaknya. Untuk menghindari kerusakan akibat hal ini, banyak vendor motherboard menambahkan retensi pada bagian akhir slot tersebut: Jika hendak menggunakan kartu grafis AGP Pro lepas retensi tersebut.
Selain faktor kinerja video yang lebih baik, alasan mengapa Intel mendesain AGP adalah untuk mengizinkan kartu grafis dapat mengakses memori fisik secara langsung, yang dapat meningkatkan kinerja secara signifikan, dengan biaya integrasi yang relatif lebih rendah. AGP mengizinkan penggunaan kartu grafis yang langsung mengakses RAM sistem, sehingga kartu grafis on-board dapat langsung menggunakan memori fisik, tanpa harus menambah chip memori lagi, meski harus dibarengi dengan berkurangnya memori untuk sistem operasi.
Mulai tahun 2006, AGP telah mulai digeser oleh kartu grafis berbasis PCI Express x16, yang dapat mentransfer data hingga 4000 Mbyte/detik, yang hampir dua kali lebih cepat dibandingkan dengan AGP 8x, dengan kebutuhan daya yang lebih sedikit (voltase hanya 800 mV saja.)
PCI
(kependekan dari bahasa Inggris: Peripheral Component Interconnect) adalah bus yang didesain untuk menangani beberapa perangkat keras. PCI juga adalah suatu bandwidth tinggi yang populer, prosesor independent bus itu dapat berfungsi sebagai bus mezzenine atau bus periferal[1]. Standar bus PCI ini dikembangkan oleh konsorsium PCI Special Interest Group yang dibentuk oleh Intel Corporation dan beberapa perusahaan lainnya, pada tahun 1992. Tujuan dibentuknya bus ini adalah untuk menggantikan Bus ISA/EISA yang sebelumnya digunakan dalam komputer IBM PC atau kompatibelnya. {Wafa Jauhari}
Komputer lama menggunakan slot ISA, yang merupakan bus yang lamban. Sejak kemunculan-nya sekitar tahun 1992, bus PCI masih digunakan sampai sekarang, hingga keluar versi terbarunya yaitu PCI Express (add-on).
Spesifikasi bus PCI pertama kali dirilis pada bulan Juni 1992, sebagai PCI vesi 1.0. Perkembangan selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut.
motherboard
Motherboard adalah bagian utama dari komputer, jadi kita harus membeli yang terbaik dan terbaru. Karena disinilah tempat untuk menghubungkan berbagai macam device computer seperti prosesor, CD/DVD ROM, RAM, VGA dsb. Bahkan jika ingin merakit komputer hal yang pertama diperhatikan adalah kemampuan dari motherboard itu sendiri.
Nah loh maka daripada itu kamu harus benar-benar paham akan bagaimana sebuah motherboard itu dikatakan terbaik atau tidak. Ingat ya terbaik belum tentu terbaru. Karena bisa saja motherboard generasi lama alias tua dapat di overclock untuk mendapatkan kemampuan melebihi yang terbaru.
Ada beberapa test yang biasa dilakukan untuk menentukan sebuah motherboard itu terbaik atau terburuk yaitu gaming test STALKER, sintetic test PCMARK Vantage, dsb. Selain itu apakah motherboard itu sudah mampu mensupport tekhnologi terbaru. Oh ya bagi yang masih newbie, ingat ya processor Intel tidak bisa ditanamkan di motherboard khusus AMD prosesor.
Nah loh, sekarang dimana mendapatkan informasi motherboard tersebut, nih ada beberapa website bagus yang sering memberikan informasi motherboard terbaru. Dari sisi kelemahan sampai keunggulannya.
Nah loh maka daripada itu kamu harus benar-benar paham akan bagaimana sebuah motherboard itu dikatakan terbaik atau tidak. Ingat ya terbaik belum tentu terbaru. Karena bisa saja motherboard generasi lama alias tua dapat di overclock untuk mendapatkan kemampuan melebihi yang terbaru.
Ada beberapa test yang biasa dilakukan untuk menentukan sebuah motherboard itu terbaik atau terburuk yaitu gaming test STALKER, sintetic test PCMARK Vantage, dsb. Selain itu apakah motherboard itu sudah mampu mensupport tekhnologi terbaru. Oh ya bagi yang masih newbie, ingat ya processor Intel tidak bisa ditanamkan di motherboard khusus AMD prosesor.

Nah loh, sekarang dimana mendapatkan informasi motherboard tersebut, nih ada beberapa website bagus yang sering memberikan informasi motherboard terbaru. Dari sisi kelemahan sampai keunggulannya.
- Motherboard
- Motherboard review
- Bintang juga sering baca PCmedia untuk mendapkan info tentang motherboard.
Langganan:
Komentar (Atom)
